Pendidikan sebagai kunci kehidupan memiliki peran yang sangat penting untuk membangun para penerus bangsa menjadi seorang yang pekerja keras, dinamis, produktif, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang pastinya akan didukung oleh kerjasama industri dan talenta global. Arah pembangunan tersebut merupakan satu dari tujuh agenda pembangunan nasional 2020-2024 yaitu dengan tujuan meningkatkan sumber daya manusia menjadi lebih berkualitas dan berdaya saing. Harapannya dapat mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, adaptif, inovatif, terampil, serta berkarakter.
Pendidikan di Papua wilayah yang terletak di ujung Timur Indonesia, memiliki tantangan dan potensi unik. Papua adalah salah satu provinsi dengan keragaman budaya yang sangat kaya dan ini juga mencerminkan kompleksitas dalam sistem pendidikannya. Kondisi geografis sering kali menjadi tantangan dalam penyediaan infrastruktur pendidikan yang merata. Selain itu, Papua juga dihuni oleh berbagai suku dan kelompok etnis dengan bahasa dan budaya yang berbeda-beda yang mempengaruhi pendekatan pendidikan di daerah ini.
Indikator Pendidikan Provinsi Papua 2023 menggambarkan kondisi pendidikan Papua berdasarkan hasil Susenas Maret 2023. Data yang disajikan masih mencakup 29 Kabupaten/Kota dengan beberapa indikator utama proses dan capaian pendidikan. Selain itu juga disajikan data hasil registrasi sekolah yang dikumpulkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk Tahun Ajaran 2022/2023. Menurut Neraca Pendidikan Daerah, rasio guru dan murid di Papua dari tingkat dasar hingga menengah pada tahun 2020 sebenarnya sudah ideal yakni 1:16. Dengan kata lain satu orang guru di Papua mengajar sekitar 16 siswa.
Hal tersebut tergolong lebih baik dari rasio di daerah lain seperti Maluku, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah yang masih lebih dari 1:20. Namun faktanya hanya sedikit guru yang benar-benar hadir di sekolah. Dalam wawancara kami dengan tenaga pendidik di Puncak dan Mappi, misalnya kegiatan belajar mengajar di daerah kampung atau distrik masih mengalami kekurangan guru. Meski kebutuhan guru di Papua telah tercukupi distribusinya tidak merata kebanyakan guru terpusat di area perkotaan seperti Jayapura, Timika, dan Merauke.
kesenjangan sosial dan ekonomi yang signifikan antara Papua dan bagian lain Indonesia. Faktor-faktor seperti kemiskinan, kurangnya peluang ekonomi, dan ketidakstabilan sosial berdampak pada pendidikan di Papua di mana banyak anak-anak harus menghadapi kesulitan ekonomi yang mempengaruhi akses dan partisipasi mereka di sekolah. Kemiskinan dan ketidakstabilan sosial sering kali mengakibatkan rendahnya tingkat partisipasi sekolah dan tinggi tingkat putus sekolah. Investasi dalam pendidikan harus disertai dengan upaya untuk mengatasi faktor-faktor sosial dan ekonomi yang menghambat akses Pendidikan.
Jadi bisa di simpulkan bahwa Papua harus mentransformasi kualitas operasional sistem pendidikannya. Harus ada kesadaran kritis yang terbangun dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya yaitu mereka yang saat ini terlibat langsung dalam sistem pendidikan di Tanah Papua, dan juga mereka yang ada di provinsi, pusat, bahkan sektor swasta.
-kumparan.com
-papua.bps.go.id