Pada zaman modern ini, telah banyak pengaruh negatif dari globalisasi yang berdampak pada perilaku anak muda. Selain pengaruh dari globalisasi, pendidikan orang tua, pendidikan di sekolah, serta lingkungan hidup lainnya juga sangat berpengaruh dalam pertumbuhan karakter seseorang. Pendidikan karakter menjadi salah satu hal yang sangat penting dan perlu ditanamkan sedari kecil. Di mana, hal ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai dan norma dalam masyarakat. Pendidikan karakter juga menjadi sangat penting terutama di masa remaja, yaitu masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Hal tersebut dapat terbilang penting supaya generasi muda dapat memiliki kepribadian yang luhur nantinya.
Maka, alangkah baiknya apabila pendidikan karakter diintegrasikan dalam kurikulum sekolah. Pendidikan karakter tidak hanya membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan akademik. Pendidikan karakter akan membantu pembentukan kepribadian siswa sehingga nantinya mereka dapat menjadi individu yang dapat bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Kementrian Pendidikan Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II, telah membuat kebijakan yang menjadikan pendidikan karakter sebagai salah satu program dalam pendidikan Indonesia. Pendidikan karakter ini bukanlah hal yang baru dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Tentunya, ada beberapa alasan mengapa pendidikan karakter perlu diintegrasikan dan diterapkan dalam kurikulum sekolah.
Pembentukan sikap dan perilaku yang positif dapat dilakukan melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter menanamkan nilai-nilai dan norma dalam masyarakat, seperti rasa hormat, tanggung jawab, jujur, peduli, adil, serta membantu siswa untuk memahami dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya. Sikap atau nilai tersebut akan sangat diperlukan dalam mengambil keputusan yang tepat atau dalam lingkungan kerja di masa depan. Salah satu contoh sikap yang diajarkan adalah tanggung jawab. Kemampuan untuk bertanggung jawab atas tindakan sendiri menjadi sesuatu yang sangat dihargai. Melalui pendidikan karakter, siswa diajarkan untuk bisa memahami konsekuensi dari tindakannya, sehingga dapat membuat keputusan yang bijaksana.
Peran besar telah dimainkan dengan adanya pendidikan karakter, yaitu dalam hal meningkatkan lingkungan sekolah yang kondusif, sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik siswa. Pendidikan karakter mengajarkan siswa disiplin diri yang lebih baik, kemampuan dalam mengelola waktu, cara bekerja sama dengan baik, dan meningkatkan rasa percaya diri. Dengan adanya penekanan dalam hal kerjasama, toleransi, dan menghargai perbedaan, akan menciptakan suasana yang harmonis dan saling mendukung. Sehingga, semua siswa akan merasakan kenyaman dalam lingkungan belajarnya. Siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar, karena mempunyai lingkungan sekolah yang sehat. Lingkungan belajar yang positif menjadi salah satu faktor dalam peningkatan prestasi akademik siswa.
Melalui pendidikan karakter, sekolah dapat mengurangi perilaku negatif yang dapat terjadi, seperti bullying, kekerasan, dan tindakan lainnya yang melanggar nilai-nilai dan norma di masyarakat. Dalam pendidikan karakter tentu ditanamkan nilai-nilai moral dan etika. Dengan menanamkan karakter yang baik, siswa akan dapat memahami dampak buruk dari perilaku negatif dan berusaha untuk menghindarinya. Siswa diajarkan untuk menghargai satu sama lain dan menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat. Lingkungan sekolah pun akan menjadi lebih aman serta kondusif untuk proses belajar mengajar.
Pendidikan karakter juga dapat membantu pengembangan keterampilan sosial. Pendidikan karakter akan meningkatkan keterampilan komunikasi, cara menangani konflik, membangun rasa percaya diri, serta penanaman nilai-nilai etis. Siswa dengan karakter yang baik akan lebih mudah untuk bergaul, bekerja sama, dan menunjukkan rasa hormatnya terhadap orang lain. Ini menjadi hal yang penting, karena kemampuan berinteraksi dengan baik adalah salah satu cara untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan sosial. Melalui pendidikan karakter, tidak hanya mengajarkan bagaimana menjadi individu yang baik, tetapi juga mengajarkan bagaimana menjadi anggota masyarakat yang efektif dan berkontribusi positif.
Dalam hal ini, pendidikan karakter dapat diartikan sebagai usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Maka dari itu, peran guru dalam lingkungan sekolah sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang yang sesuai dengan Pancasila dan norma yang berlaku di masyarakat, sehingga nantinya tidak ada lagi perilaku yang menyimpang. Namun, dunia pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk karakter siswa terlepas dari peran orang tua. Masih banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh pelajar, membuktikkan bahwa pendidikan karakter masih kurang dan belum dapat dikatakan sempurna.
Selain itu, penerapan pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan pada guru atau sekolah saja. Orang tua justru menjadi tokoh utama dalam membentuk karakter anak. Bahkan, lingkungan pergaulan dan pertemanan juga dapat memengaruhi karakter seseorang. Kolaborasi inilah yang penting untuk memastikan nilai-nilai karakter tertanam dengan baik dalam diri siswa.
Secara keseluruhan, integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah menjadi sangat penting dalam membentuk generasi muda dengan moral dan etika yang baik. Integrasi ini merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Dengan adanya dukungan dari lingkungan keluarga maupun pertemanan, dapat mendukung kemajuan perkembangan pendidikan karakter dalam diri seseorang.
Firdausi, A. A. 2022. “Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini”. Diakses 27 Juli 2024.
https://www.uinsaid.ac.id/id/pentingnya-pendidikan-karakter-sejak-dini. 17.25 WIB.
Prasetyo, I. J. 2017. “Mengapa Perlu Adanya Pendidikan Karakter?” Diakses 27 Juli 2024.
http://dinaspendidikan.blorakab.go.id/home/?p=317. 16.45 WIB.