Masalah sampah di Indonesia telah menjadi isu yang mempengaruhi aspek-aspek kehidupan dalam masyarakat dan lingkungan. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar didunia sebanyak 279.949.504 jiwa. Setiap hari jutaan ton sampah dihasilkan dari berbagai macam aktivitas seperti aktivitas rumah tangga, industri, pabrik, dan sektor sektor lainnya, namun pengolahan sampah belum dapat mengimbangi pertumbuhan hasil sampah yang di hasilkan sehari hari nya. Banyak sekali sampah yang belum dapat tertangani dengan baik dan hal itu berakibat pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat yang terganggu.
Sampah setiap tahun nya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Program Lingkungan PBB pun menunjukkan Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Mayoritas sampah plastik di Indonesia berasal dari sektor rumah tangga sebesar 38% pada tahun 2023. Kondisi tersebut memicu adanya krisis yang berkelanjutan dan jika tidak segera di tangani maka akan seperti kasus yang terjadi di tahun 2022 yang dimana terjadinya kasus ledakan gas metana yang menumpuk di 38 lokasi Tempat Akhir (TPA) pada bulan November.
Masalah sampah di Indonesia telah berkembang menjadi isu yang sangat memprihatinkan. Hal ini berdampak luas pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Krisis sampah di Indonesia memiliki dampak lingkungan yang sangat serius. Sampah plastik yang digunakan dalam kehidupan sehari hari sering kali tidak dapat terurai dengan cepat dan mengancam kesehatan ekosistem, pencemaran tanah akibat pemupukan sampah dapat mengurangi kesuburan tanah dan mempengaruhi kualitas tanaman.
Peningkatan populasi sampah ini secara langsung pastinya juga berhubungan dengan masalah kesehatan masyarakat. Sampah yang selama ini dibiarkan menumpuk dan tidak di olah dengan baik menjadi tempat berkembang biak bakteri dan virus-virus yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh. Banyak sekali penyakit yang dapat di sebabkan oleh sampah apalagi jika kita membuang sampah sembarangan entah itu di sungai, di sekitar lingkungan. Jika kita melakukan hal itu dapat menyebabkan lingkungan yang kotor dan dapat membuat tubuh terkena penyakit asma, hepatitis, disentri, dan penyakit pes.
Krisis sampah di Indonesia merupakan sebuah tantangan yang memerlukan perhatian dan tindakan. Dalam menangani masalah ini pemerintah berupaya mengoptimalisasi fasilitas pengelolaan sampah jadi energi listrik dan biogas, pemerintah juga membatasi penggunaan sampah plastik dan mengganti nya dengan menggunakan tas ramah lingkungan. Masalah mengenai sampah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat nya. Masyrakat pun juga wajib berpatisipasi dalam mengurangi sampah agar tidak semakin menumpuk salah satu contohnya adalah dengan mengurangi penggunaan plastik dan beralih menggunakan tas ramah lingkungan.
Masalah sampah di Indonesia adalah isu yang sangat mendesak dan kompleks, dengan dampak yang luas pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan populasi Indonesia yang besar dan populasi sampah yang terus meningkat tentunya Indonesia menghadapi tantangan yang serius dalam pengelolahan sampah tersebut. Agar dapat mengelola sampah dengan efektif dibutuhkan nya kerja sama dan tanggung jawab bangsa, tidak hanya pemerintah namun begitupun masyarakat. Sebagai masyarakat juga harus berkontribusi dalam mengelola sampah sampah yang sampai saat ini menjadi isu yang sedang di hadapi oleh Indonesia, memiliki kesadaran bahwa hal itu juga menjadi tanggung jawab bersama dan bukan hanya satu pihak yaitu pemerintah.
Annur Mutia Cindy. 2023. “Volume Timbulan Sampah di Indonesia yang Terkelola dan Tidak Terkelola (2022)”. diakses 28 Juli 2024. https://databoks.katadata.co.id/profile/cindy- mutia- annur. 17.14 WIB.
Alfianto Rian. 2024. “PBB Ungkap Indonesia Penghasil Sampah Plastik Terbesar di Dunia Setelah Tiongkok”. diakses 28 Juli 2024. https://www.prokal.co/author/52/Rian- Alfianto. 17.15 WIB.
Pratiwi Reikha. 2023. “Waspada, 7 Penyakit Ini Disebabkan oleh Buang SampahSembarangan”. diakses 29 juli 2024. https://hellosehat.com/author/reikha-pratiwi. 15.09 WIB.